Indahnya Berbagi Saat Pandemi

 Dr. Abdul Razak, M. Si
Dr. Abdul Razak, M. Si
(Koordinator Program S2, Pendidikan Biologi UNP)

Pandemi Corona (Covid-19) telah melanda negeri tercinta sejak awal Maret 2020. Di negeri kita ini, kita menyaksikan berapa banyak dokter dan perawat yang telah mengorbankan tenaga, pikiran, waktu, keluarganya dan terakhir para dokter dan perawat menyumbangkan nyawa mereka. Akan kah kita semua masyarakat membiarkan keadaan ini terus berlangsung. Kita masih saja egois tidak mau tau atau peduli dengan Protokol Kesehatan Covid-19. Berapa banyak nyawa yang akan melayang dan pandemi ini makin parah makin banyak menimbulkan korban nyawa. Kenapa kita tidak berbuat sedikitpun. Kita bisa berbuat mulai dari yang kecil namun berdampak besar untuk kita pribadi dan juga untuk Kesehatan dan keselamatan jiwa orang banyak di tengah Pandemi. Kenapa kita tidak mau berbagi, berbagi dalam kebaikan, berbuat baik dan bersedekah.

Suatu Ketika dalam percakapan Nabi Musa di tanya Allah SWT, wahai Musa siapakah orang yang paling aku Cintai? Apakah orang yang banyak sholatnya, tidak Ya Musa, apakah orang yang banyak ibadahnya, tidak ya Musa. Wahai Musa orang yang paling Aku Cintai adalah orang yang menolong orang sakit, mendoakanya memberikan bantuan obat dan Aku berada di sisi mereka Selalu. Mereka selalu memberikan pertolongan, bantuan dan doa untuk orang yang sakit.

Saat Pandemi saat ini, kenapa kita tidak peduli, kita abai dengan Protokol Kesehatan Covid-19. Kemana hati Nurani kita, kemana keimanan kita kemana kebaikan kita dan kemana perginya rasa kemanusiaan kita. Kita hanya memikirkan sulitnya hidup kita akibat pandemi. Ini adalah penyakit hati yang merusak mental masyarakat yang menyebabkan banyak masalah dan sulitnya menerapkan Protokol Kesehatan Co-vid-19.  Sisi lain, banyak orang lebih susah dari kita. Di tengah kesulitan itu mereka masih mau berbagi, banyak orang susah mau berbagi, peduli. Mereka ini yang hatinya terbebas dari penyakit hati atau nifaq.

Di tengah pandemi, adakah sesuatu yang dapat menolak Pandemi Corona? Adakah obat untuk penyakit hati. Ada. Kita dapat menolak Pandemi Corona dengan iman kita, rasa kasih sayang kita, kepedulian kita kepada sesama. Iman kita perlu pembuktian, rasa kasih sayang kita perlu pembuktian, sedekah adalah pembuktian. Kita hanya disuruh berbaik adalah sedekah. Setiap kebaikan adalah sedekah dan sedekah memiliki 3 fadilah. Sedekah adalah penolak bala termasuk Pandemi Corona, sedekah penolak penyakit termasuk Covid-19 dan Sedekah adalah menyuburkan rizki termasuk di saat sulit seperti di masa Pandemi Corona. Kenapa kita tidak bersedekah. Rasul SAW sudah memberikan petunjuk, kenapa kita tidak mengikuti, meyakini, tidak peduli, kita abai dengan Protokol Kesehatan Covid-19. Kemana hati Nurani kita, kemana keimanan kita kemana kebaikan kita dan kemana perginya rasa kemanusiaan kita. Kita hanya memikirkan sulitnya hidup kita akibat pandemikini dan berbuat sesuai petunjuk Nabi SAW itu?

Kita buang penyakit hati itu, kita suburkan sedekah, kita peduli dengan yang susah, kita santuni orang miskin, kita bantu pemerintah dengan menjalankan Protokol Kesehatan Covid-19, semua itu sedekah, semua itu kebaikan. Kita perbuat hal kecil, pakai masker, sering cuci tangan jaga jarak dan selalu peduli dengan orang disekitar kita, anak yatim, orang miskin, orang sakit, orang yang sedang ditimpa kesulitan ekonomi.

Kalau dokter dan perawat mau menyumbangkan nyawa mereka untuk menyelematkan jiwa penderita Covid-19, kok kita tidak mau berbuat yang sedikit saja namun mampu menolong banyak orang. Sekecil apapun yang kita buat pada saat Pandemi ini, pastilah bernilai sedekah, bernilai kebaikan dan setiap kebajikan pasti ada ganjarannya walau sebesar zarrah. Jika saya ditanya kapan saya Bahagia walaupun sedang sakit, walaupun sedang terlilit kesulitan, walaupun sedang kekurangan, Bahagia datang Ketika kita bisa bersedekah, bisa berbagi, bisa menolong orang dan berbuat baik walaupun kebaikan itu sebesar zarrah.

Comment