La Sorbonne au Pakistan! –

MZK~CHARLES DE GAULLE AIRPORT~

Sejatinya Kita adalah Sang Pemimpi
Bermimpilah Hingga Menembus Batas Cakrawala
Biar Allah yang Menjadikannya Nyata
(Martha Zhahira El-Kutuby)

 

 

“Kay, sampai ketemu nanti. Boleh aku menyimpan nomor kontakmu?”

“Iya. Insya Allah. Boleh, aku ganti dulu ke nomor daerah sini.”

“Oh, kebetulan di bandara ini ada konter untuk memperbaharui nomor kontak.

Mau kuantar?”

“Boleh!”

Hamzah mengantarkan Kayla menuju konter untuk mengganti nomor area Indonesia menjadi nomor area Prancis. Setiap berpindah negara memang diharuskan untuk mengganti nomor kontak sesuai area yang ditempati. Ini masalah jangkauan operator yang memang terbatas antar negara.

“Je vous remercie, Hamzah!28

Kayla tersenyum dihadapan Hamzah.

“Vous êtes les bienvenus, douce dame!29jawab Hamzah.

Hati Hamzah memang bergetar. Namun, dia menyimpannya dalam kenangan di bandara itu. Belum saatnya untuk langsung mengungkapkan hal itu. Sejak awal di pesawat, dia sudah melihat Kayla dari jauh. Kayla tak sadar sedang diincar oleh laki- laki yang satu ini.

Selesai mengganti kartu ponselnya, Kayla dan Hamzah menuju tempat pemberhentian taksi. Mereka akan menuju penginapan masing-masing. Masih terjadi percakapan hangat antar mereka. Kayla sedikit sudah terhibur dari kenangannya bersamaku.

Menuju Centre Dominicain de Réflexion et d‟Accueil di 10 Rue de Condé, Paris. Tidak jauh dari kampus Sorbonne. Disana lokasi penginapan Kayla selama menjadi mahasiswa pascasarjana nanti. Asrama pelajar dengan biaya yang sangat murah sesuai kantong ini, banyak menyediakan fasilitas yang memadai.

***

“A plus tard, Hamzah!30

Kayla menaiki taksi. Di Paris disebut Parisian Taxis. Taksi Paris ini memang selalu tersedia di area bandara. Perjalanan menuju penginapan memakan waktu tiga puluh menit. Melintasi banyak bangunan bersejarah di Kota Paris. Menyeberangi La Seine (Sungai Seine).

La Seine (Sungai Seine) membelah Kota Paris menjadi dua. Sungai ini membentang antara Prancis bagian utara hingga Belgia. Tepi kanan sungai ada Paris Utara (La Rive Droite) dan tepi kiri ada Paris Selatan (La Rive Gauche). Sungai Seine membelah Kota Paris dari Jembatan Pont du Garigliano di sisi Barat Daya hingga Jembatan Pont National di sisi Tenggara.

Sungai Seine digunakan sebagai jalur lalu lintas komersial juga tempat wisata. Disini juga ada kapal pesiar yang disebut Seine Cruise. Dari perjalanan menggunakan kapal pesiar, banyak bangunan bersejarah yang bisa dilihat.

Kayla sangat bahagia sekali bisa melewati jembatan ini. Banyak kafe bahkan restoran luar negeri yang terpajang di sepanjang jalan. Tak lama Kayla mengambil ponselnya dan mengambil gambar dari jembatan Sungai Seine. Lalu, mengirimkannya ke Hamzah.

“Temani aku kesini minggu ini, ya!”

Dengan menambahkan emoji senyuman. Kayla merasa sudah sangat dekat dengan Hamzah. Hamzah kembali membalasnya dengan senyuman dan jempol. Mereka berdua hanya tersenyum menuju penginapan masing-masing.

***

“Kak, aku akan ajak kakak jalan-jalan disini nanti.”

Kayla membatin dalam hatinya. Selalu mengingatku dimana pun dia berada. Momen-momen indah bahkan lokasi-lokasi cantik pun sudah ditandainya sepanjang perjalanan. Dia sudah berjanji kepadaku untuk fokus dengan kuliahnya lalu pulang untuk menjemputku balik lagi ke Sorbonne denganku. Rencananya!

***

Catatan kaki:

28 Terima kasih, Hamzah!

29 Sama-sama, Nona!

30 Sampai jumpa, Hamzah!

 

Comment