Kabareskrim: Kebakaran Gedung Kejagung Ada Unsur Pidana

Bareskrim Polri
Bareskrim Polri Gelar Jumpa Pers Usai Gelar Perkara Kebakaran Gedung Kejagung, Kamis (17/09)

Jakarta, Scientia – Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo mengungkapkan bahwa kebakaran gedung utama Kejaksaan Agung (Kejagung) terdapat unsur pidana. Sebab dari hasil penyelidikan Puslabfor, Pusinafis, penyidik Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Jakarta Selatan kebakaran bukan karena arus pendek. Gedung penegak hukum terbakar akibat nyala api terbuka atau open flame.

Berdasarkan hasil itu dilakukan gelar perkara yang dihadiri oleh pihak Kejagung. Dari gelar perkara, kasus ditingkatkan menjadi dari penyelidikan menjadi penyidikan.

“Penyidik menyimpulkan ada peristiwa pidana dalam kebakaran tersebut,” ujar Listyo, Kamis (17/09).

Menurut Listyo, unsur pidana yang dimaksud terdapat pada pasal 187 dan/ pasal 188 KUHP. Pasal 187 KUHP menyatakan barang siapa yang dengan sengaja menimbulkan kebakaran diancam 12 tahun penjara, atau 15 tahun penjara, atau seumur hidup jika ada korban meninggal. Selanjutnya, pada Pasal 188 KUHP; barang siapa dengan kesengajaan atau kealpaan menyebabkan kebakaran, diancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Sebelum dilakukan gelar perkara, Puslabfor bersama tim lainnya telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sebanyak 6 kali. Diduga bahwa kebakaran berasal dari lantai 6 ruang rapat Biro Kepegawaian. Api cepat menjalar karena ada bahan minyak lobi yang mengandung hidrokarbon, serta bahan lainnya yang mudah terbakar seperti gipsum, lantai parkit dan panel HPL. (*)

Comment