Padang Pariaman jadi Pilot Project Nasional Penyusunan Renkon Kebencanaan

Padang PariamanPadang Pariaman, Scientia – Kabupaten Padang Pariaman ditetapkan jadi Pilot Project Nasional Rencana Kontingensi (Renkon) Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di masa Pandemi Covid-19. Pilot project ini akan menjadi rujukan penyusunan Renkon daerah lain di Indonesia.

Direktur Kesiapsiagaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Eny Supartini mengatakan review dokumen renkon bencana gempa dan tsunami di masa pandemi ini penting dilakukan. Belum dapat dipastikan kapan pandemi ini berakhir. Jadi, harus benar-benar siaga dalam segala hal kebencanaan.

Kemudian, ulas Eny, proses evakuasi saat pendemi akan sulit dijalankan, sebab masyarakat tidak bisa diarahkan ke satu titik saja. Sehingga perlu dirumuskan strategi khusus.

“Strategi ini yang akan kita rumuskan dalam dokumen Renkon. Jadi kita bisa tentukan bagaimana jalur dan titik evakuasi warga saat gempa ataupun tsunami di masa pandemi berjalan baik dan tidak menciptakan klaster penyebaran Covid-19,” ujarnya Eny dalam workshop Renkon, Selasa (15/9).

Setelah dokumen tersebut rampung, ia menekankan agar OPD dan stakeholder lainnya di Padang Pariaman memahaminya dengan baik. Sehingga, mereka benar-benar mampu menjalankan isi dokumen tersebut ketika terjadi bencana.

“Selain penyusunan dokumen Renkon Kebencanaan ini, kita ke Padang Pariaman juga dalam rangka ekspedisi. Salah satunya untuk menilai ketangguhan desa atau nagari. Sebab nagari juga merupakan ujung tombak dalam penanggulangan bencana,” imbuhnya.

Dengan penilaian itu, diharapkannya forum pengurangan risiko bencana di nagari dibuat lebih kuat lagi. Begitu juga dengan para relawan relawannya. Sekarang tinggal memastikan mereka semakin tangguh untuk penanggulangan bencana kapan saja, setelah mereka mengikuti workshop yang berlangsung selama tiga hari tersebut (14-16 September).(akb)

Comment