K3 RA Adakan Diklat, Kompetensi Kepala Madrasah Harus Kuat

Diklat RA Sumut
Diklat RA Sumut

Sumut, Scientia – Kerja Kepala-kepala Raudhatul Athfal (K3 RA) Provinsi Sumatera Utara adakan Diklat Penguatan Kompetensi Kepala RA angkatan XIX, XX dan XXI tahun 2020. Kegiatan tersebut dilaksanakan mulai dari tanggal 1-5 September, di hotel Theme Park, Serdang Bedagai, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Kabid Penmad) Sumatera Utara, Mustapid dalam pembukaannya mengatakan bahwa kepala RA setidaknya harus memiliki lima kompetensi.

“Lima kompetensi yang bisa diaplikasikan, diantaranya, kompetensi Pedagogik, sosial, kepribadian, kompetisi dan kewirausaan,” ujarnya saat pembukaan (01/09/2020)

Diklat ini diikuti oleh 120 Kepala RA sekabupaten Deli Serdang, yang merupakan salah satu dari tiga kabupaten yang memiliki RA terbanyak di Sumatera Utara. Selain Medan dan Langkat.

Menurut ketua K3 RA Provinsi Sumatera Utara, Peraturan Menteri Agama (PMA) No. 58 Tahun 2017 mengharuskan Diklat ini dilaksanakan oleh setiap Kepala RA.

“Syarat untuk menjadi Kepala Madrasah itu harus mempunyai sertifikat Diklat. Makanya kami  buat Diklat dan kita rancang seperti inilah untuk menyahuti dari Undang-Undang Tersebut”, kata Sapriadi,  yang juga ketua panitia saat di wawancarai.

Selain mengharuskan untuk mengikuti diklat, pada PMA No. 58 Tahun 2017  juga telah merevisi tugas dan tanggung jawab kepala RA. Hal itu dimuat pada pasal 3 . Lebih lanjut berikut adalah isi dari pasal tersebut:

  • Kepala Madrasah sebagai mana yang dimaksud dalam Pasal 2 Melaksanakan Tugas Manajerial, Mengembangkan Kewirausahaan dan melakukan supervisi Kepada guru dan tenanga pendidikan
  • Selain melaksanakan tugas sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1), Kepala Madrasah dapat melaksanakan tugas pembelajaran atau pembimbingan untuk memenuhi kebutuhan guru madrasah

Menanggapi dari isi PMA tersebut Sapriadi, memberikan penjelasan lebih rinci bahwa kepala sekolah itu tugasnya  adalah seorang menejer. Tidak lagi dibebankan untuk mengajar didalam kelas. Sebelum dibuatnya PMA, kepala Madrasah diwajibkan untuk mengajar selama 4 jam. Namun sekarang Kepala Madrasah 24 jam sebagai menejer disekolah.

Manfaat dari diklat ini, selain untuk penguatan kompetensi kepala Madrasah, sertifikat dari diklat tersebut juga berguna untuk membuat Nomor Induk Kepala Madrasah, yang secara otomatis keluar dari aplikasi setelah meng-Upload sertifikat hasil diklat tersebut. Jadi setelah memiliki sertifikat tersebut secara pribadi kepala Madrasah itu terlindungi untuk lima tahun kedepan.

Adapun konsekuensi jika tidak mengikuti diklat tersebut, secara regulasi jika kepala Madrasah tidak memiliki sertifikat madrasah, maka secara otomatis bisa saja tidak diakui dan tanda tangan dari kapala Madrasah juga tidak akan berlaku dalam menandatangani ijazah siswa.

Kegiatan Diklat dilakukan secara tatap muka dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Seperti: mengukur suhu badan sebelum masuk ke dalam ruang diklat, penyediaan Handsanitizer, sabun cuci tangan, mewajibkan memakai masker terhadap seluruh peserta dan panitia, serta menjaga jarak aman. Hal ini dilakukann guna menghindari pandemic dariCovid-19

Selain Kabid Pemad Sumut, turut hadir juga pengurus k3 Ra Deli serdang, Kasubag (Kepala Sub Bagian) Kantor Kementrian Agama kabupaten Deli Serdang, Pelaksana Tugas Kasi Pemad (Kepala Seksi Pendidikan Madrasah) dan juga Kasi Tendik Kanwil (Kepala Seksi Tenaga Pendidik Kantor Wilayah) Sumatera Utara. (tr)

Comment