Kurangi Sampah Plastik, DLH Minta Pengunjung Swalayan Bawa Tas Belanja Sendiri

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang
DLH menempelkan stiker di salah satu pusat perbelanjaan Sari Anggrek Permindo, Jumat (28/8)

Padang, Scientia – Tekan jumlah sampah plastik, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) jambangi sejumlah pusat perbelanjaan di Kota Padang. Dalam kunjungan tersebut, DLH menempelkan stiker yang berisikan supaya masyarakat bisa membawa tas belanja dari rumah.

Kepala DLH Mairizon, Jumat (28/8) menyebutkan, bahwa penempelan stiker tersebut dilakukan sudah dua hari di beberapa titik. Mulai dari Matahari Basko Grand Mall, Rocky Plaza, Sari Anggrek, Aciak Mart, Dalas Swalayan, Transmart, dan swalayan besar lainnya.

“Kali ini kami menyasar pusat perbelanjaan yang besar dulu di kota ini. Nantinya semua pusat perbelanjaan bisa kami sosialisasikan soal penekanan kantong belanja ini,” terang Mairizon.

Ia menyebutkan, selain sosialisasi, ia juga terus membagikan kantong belanja hasil daur ulang sampah plastik. Selain bisa difungsikan berulang kali, kantong belanja juga secara tidak langsung mengajak masyarakat bisa memanfaatkan sampah plastik menjadi kerajinan tangan yang berguna.

“Jika ada sampah plastik di rumah, bisa diolah sendiri, atau bisa menberikannya ke bank sampah yang sudah tersedia di kelurahan. Nanti bank sampah akan menjadikannya bermanfaat, entah itu untuk kantong belanja, atau kerajinan tangan yang lain,” ulas Mairizon.

Sementara itu, Owner Sari Anggrek Permindo Padang, Resti Anggreta Sari menyambut baik pemasangan stiker yang dilakukan di tempatnya. Ia mengaku, sudah tiga tahun belakangan ikut menyukseskan program pemerintah soal penggunaan kantong plastik tersebut.

“Sejak satu tahun belakangan, kami sudah memberlakukan kantong belanja berbayar. Tujuannya supaya pengunjung bisa membawa tas belanja dari rumah,” ungkap Resti saat ditanyai Haluan.

Resti menyebutkan, harga kantong plastik di Sari Anggrek berkisar antara harga Rp200-Rp500 per helainya. Ia berharap pengunjung terus keberatan dengan kantong berbayar tersebut supaya bisa membawa kantong sendiri dari rumah.

“Belakangan ini kami sudah memperhatikan bahwa pelanggan kami sudah banyak yang bawa tas sendiri jika belanja ke sini. Namun, masih banyak juga yang terpaksa membeli kantong jika berbelanja,” tandasnya. (Ari)

Comment