HNSI Sumbar: Petambak Udang Harus Taat Aturan dan Budaya Lokal

Syaharman Zanhar, Ketua HNSI Provinsi Sumatera Barat
Syaharman Zanhar, Ketua HNSI Provinsi Sumatera Barat

Padang, Scientia — Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) HNSI (Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia) Provinsi Sumatera Barat, Syaharman Zanhar meminta para petambak udang harus taat pada aturan dan Undang-undang yang berlaku.

Syaharmam juga memuji sikap tegas Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman dalam rangka penertiban para petambak udang liar yang berada dikawasan pesisir pantai. Mulai dari Kecamatan Batang Anai sampai Ulakan Tapakis.

“Saya apresiasi ketegasan sikap Pemda Padang Pariaman dalam menegakkan aturan dan undang undang,” ujar Syaharman Zanhar, Kamis (27/8).

Ia mengatakan, keberadaan tambak udang itu sebetulnya sangat bagus dalam upaya meningkatkan perekonomian warga masyarakat sekitar, karena secara ekonomi harga udang itu sangat menggiurkan. Namun dirinya berharap agar para investor harus taat azaz dan aturan serta budaya lokal.

“Udang berumur 3 s.d 4 bulan saja sudah dapat dijual lokal dengan harga Rp 70.000. s.d Rp 120.000.-/kg, apalagi untuk diekspor tentu harganya lebih tinggi lagi, mestinya usaha tambak udang tersebut membawa dampak ekonomi bagi warga sekitarnya,” terang Syaharman.

Lebih lanjut, Syaharman menyebutkan bahwa aspek sosial, aspek ekonomi dan aspek lingkungan haruslah menjadi perhatian utama bagi pejabat yang akan mengeluarkan izin usaha.

“Ketenangan warga sekitar selama ini jangan sampai terusik oleh kehadiran para investor tambak udang yang tidak taat aturan. Saya juga berharap mereka juga memperhatikan kesejahteraan nelayan setempat,” tutupnya. (akb)

Comment