Sejak 2018, Kasus Pemalsuan Tanda Tangan Belum ada kepastian

Niniak Mamak Nagari Sinuruik bertemu dengan kuasa hukumnya.

Pasbar, Scientia– Kelanjutan kasus dugaan pemalsuan tanda tangan pembelian baju niniak mamak dan bundo kanduang dipertanyakan. Perkara yang dilaporkan kepada kepolisian pasaman barat pada tahun 2018 tersebut, hingga kini belum ada kepastian.

Kuasa hukum niniak mamak, Andreas Ronaldo mengatakan Niniak mamak menanyakan kelanjutan kasus pemalsuan tanda tangan oleh AM, staf Nagari Sinuruik. Pihak kepolisian dinilai lambat dalam melakukan penyidikan dan penyeleseaian kasus.

“Perkaranya sudah lama sekali, tetapi progresnya lambat,” sebut Andreas Ronaldo usai dari Polres Pasaman Barat, beberapa waktu lalu.

Menurut Andreas, kasus tersebut harus diproses sesuai aturan yang berlaku. Pihak penyidik Tipikor Polres Pasaman Barat diharapkan cepat mengentaskannya.

Sementara Pelapor, Elmiza menyebutkan, dugaan pemalsuan tandatangan terkait dana pengadaan baju batik ninik mamak dan bundo kanduang sebesar Rp18 juta yang tidak jelas. Pengadaan baju tersebut ada yang tidak lazim, uang dicairkan duluan, sedangkan barangnya tidak ada.

“Tanda tangan ninik mamak dipalsukan, Namun masih banyak ninik mamak yang tidak menerima pakaian tersebut. Atas dugaan korupsi tersebutlah sejumlah niniak mamak, Bamus Sinuruik, KAN melaporkannya ke Polres Pasaman Barat,” ujar Sekretaris KAN Sinuruik Elmiza.

Para pelapor juga menduga, bukan hanya dana pembelian baju pakaian adat yang dipermainkan. Tapi juga anggaran lainnya diantaranya pembelian racun tikus, program desa pelangi, dan pengadaan listrik. Termasuk pengalokasian anggaran dana nagari yang mencapai Rp4 miliar tiap tahun diduga tidak transparan dan terbuka.

“Kami telah meminta pihak inspektorat untuk memeriksa Walinagari Sinuruik. Sebagai anggota Bamus Nagari, kami tidak pernah dilibatkan dalam musyawawah penyusunan rencana kegiatan,” kata Afriadine dan Putra Dasat.

Para ninik mamak juga menyebutkan kalau kasus ini didiamkan maka akan jadi preseden buruk bagi penegakkan hukum di Pasaman Barat. Mereka juga mempertanyakan perihal pemeriksaan yang hanya dilakukan kepada staf Nagari. Sedangkan dalam pencairan juga terlibat walinagari dan bendahara.

Sementara itu, Kapolres Pasaman Barat AKPB Sugeng Hariadi melalui Kasubag Humas AKP Defrizal, mengaku belum mengetahui perihal kasus tersebut.

“Saya belum mengetahui kasus laporan ninik mamak Sinuruik itu, silahkan hubungi Kasat Reskrim,”ujar Defrizal saat dikonfirmasi melalui telepon.(PZV)

Comment