Refleksi Kemerdekaan RI Melawan Pandemi

Oleh:
Abu Hisyam Almaududi.
Aktivis PMII.

Kemerdekaan Republik Indonesia sudah memasuki usia 75 tahun. Jika 3/4 abad lalu bangsa indonesia merebutkan kemerdekaan dari penjajah, maka dimasa pandemi ini, sebagai generasi penerus harus berjuang mengisi dan mempertahankan kemerdekaan dengan berbagai macam tantangan yang harus dihadapi. Saat ini harus kembali berjuang menghadapi pandemi covid-19.

Jika dulu rakyat indonesia menjadi garda terdepan dalam melawan penjajah kolonial, maka saat ini generasi penerus harus ikut andil dalam mengatasi penyebaran virus corona yang semakin masif. Peran diri dan kolektifitas menjadi modal utama kekuatan bangsa dalam memotong mata rantai penyebaran virus tersebut.

Refleksi Kemerdekaan yang ke-75 ini tak hanya mengenang jasa para pahlawan, tetapi kali ini juga turut mengapresiasi perjuangan para relawan, tenaga medis dan semua pihak yang sudah berjuang melawan pandemi corona.

Pasalnya dampak dari corona ini menyerang pada sendi sendi kehidupan. Seperti kesehatan, ekonomi, pendidikan, dan sosial. Hal ini sama saja ketika bangsa indonesia dijajah pada sektor kesehatan, ekonomi dan pendidikan yang dirampas dan dikuasai para penjajah untuk kepentinganya.

Dalam pidato kenegaraan pada 14 Agustus 2020 bersama MPR DPR Presiden Joko Widodo menyebut pandemi Covid-19 menjadi momentum kebangkitan baru bagi bangsa Indonesia.

Kebangkitan baru yang dimaksud presiden yaitu melakukan lompatan besar, berbenah diri secara fundemental dan melakukan transformasi dalam menjalankan strategi baik di bidang ekonomi, hukum, pemerintahan, sosial, kebudayaan maupun di bidang kesehatan dan pendidikan.

Jokowi menegaskan, kemerdekaan Republik Indonesi ke-75 tahun di tengah pandemi Covid-19 harus dijadikan sarana bergerak untuk melakukan lompatan besar. Puncaknya pada usia 100 tahun, dia berharap Indonesia menjadi negara maju.

Nilai subtastansi dari perayaan hari kemerdekaan sejatinya adalah kontribusi dan partisipasi publik untuk membangkitkan kembali semangat jiwa nasionalisme. Menambah spirit tersendiri dalam rangka memutus rantai penyebaran virus corona. (*)

Comment