Tiga Bulan, Polri Berhasil Menangkap 72 Pelaku Terduga Teroris

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Bridjen Pol Awi Setiyono.

Padang, Scientia– Selama periode 1 Juni hingga 12 Agustus 2020, Densus 88 Antiteror Polri menangkap 72 tersangka kasus tindak pidana terorisme. Mereka tersebar di delapan provinsi yaitu Sumatera Barat, Bali, Sulawesi Tengah, Jawa Timur, Jawa Tengah, Riau, DKI Jakarta dan Jawa Barat.

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Bigjen Pol Awi Setiyono mengatakan, penangkapan dilakukan dalam rangka preventive srike terhadap pelaku tindak pidana terorisme.

“Dalam tida bulan terakhir telah dilakukan penegakan hukum dengan menangkap pelaku kasus tindak terorisme,” ujar Brigjen Pol Awi Setiyono di lansir dari Tribratanews.polri.go.id. Sabtu, (15/8)

Dia menerangkan, Dalam satu pekan Polri juga berhasil meringkus 15 pelaku terduga teroris di DKI Jakarta dan Jawa Barat.  Penangkapan dilakukan terhadap jaringan Jamaah Ansharut Daulauh (JAD) dan Muhajidin Indonesia Timur (MIT).

Menurut Setiyono, Belasan terduga teroris itu tergabung dalam dua kelompok teroris yang berbeda dan memiliki peran yang berbeda-beda.

“Kelompok JAD sebagai pengirim logistik dan pendanaan kelompok MIT. Serta fasilitator keberangkatan ke Suriah di wilayah DKI Jakarta dan Jabar,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, Tindak kejahatan terorisme merupakan kejahatan yang luar biasa terhadap kemanusiaan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM). Oleh karena itu harus dilakukan upaya-upaya pencegahan, Penegakkan Hukum (Gakkum) maupun identifikasi dan soisalisasi.

“Gakkum terhadap pelaku tindak pidana teroris dilakukan dengan soft approach dan hard approach. Juga Dilakukan preventive strike yaitu penindakan terhadap pelaku tindak pidana terorisme untuk pencegahan sebelum terjadinya tindak pidana terorisme,” tutupnya.(YRP)

Comment