Hasil Uji Klinis Kombinasi Obat Covid-19 Diserahkan ke Pemerintah

Ilustrasi uji klinis obat Covid-19. (net)

Padang, ScientiaWakil Ketua I Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Jenderal Andika Perkasa menerima hasil uji klinis fase 3 kombinasi obat Covid-19 untuk pasien yang dirawat tanpa ventilator. Hasil itu diserahkan oleh tim gabungan dari Universitas Airlangga (Unair), Badan Inteligen Negara (BIN), TNI AD, dan BPOM.

Rektor Unair, M. Nasih mengatakan, ketiga kombinasi obat tersebut yaitu pertama, Lopinavir/Ritonavir dan Azithromycin. Kedua, Lopinavir/Ritonavir dan Doxycycline. Ketiga, Hydrochloroquine dan Azithromyci.

“Semua kombinasi obat yang dihasilkan tersebut  telah mengikuti uji secara klinis,” ujar M.Nasih dalam konferensi pers di Mabes TNI AD, Jakarta, Sabtu (15/8).

Nasih mengungkapkan, pihaknya masih menunggu izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk produksi dan pengedaran obat tersebut.

“Kami masih menunggu izin untuk produksi dan pengedarannya,” ungkapnya.

Menurut Nasih, banyak negara di dunia telah memberikan berbagai macam obat tunggal pada pasien Covid-19. Kombinasi obat inilah yang dapat dijadikan sebagai rujukan.

“Kami lakukan uji kombinasi, ternyata daya penyembuhannya sangat baik. Dan untuk kombinasi tertentu, efektifitasnya mencapai 98 persen,” jelasnya.

Dikatakan Nasih, secara ilmiah proses dari penelitian ini sudah mengikuti berbagai macam aspek yang dipersyaratkan. Sehingga tidak ada celah yang kemudian bisa menghalangi ini untuk tidak dilanjutkan pada proses berikutnya.

“BPOM menganggap obat ini adalah jenis baru, meskipun hasil dari kombinasi. Saya berharap obat ini bisa menjadi obat Covid-19 pertama di dunia,” tutupnya. (yrp)

Comment