Pengemudi Ojek Online Dapat BPJS?

Wetria Fauzi
Wetria Fauzi
Pertanyaan.

Assalamualaikum buk.

Saya mau bertanya, Mengapa pengemudi Ojek Online (Ojol) tidak mendapat BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan? Pengusaha Ojoll mengggunakan kata “Mitra” untuk lepas dari tanggung jawab memberi BPJS. Bagaimana upaya supaya penemudi mendapatkan jaminan tersebut, karena kami sangat berisiko sebab berada dijalanan dan menantang bahaya. Terima kasih atas jawabanya.


Jawaban.

Waalaikumsalam.wr wb

Pasal 1 angka 1 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 2014  tentang Perasuransian  (selanjutnya disebut UU Perasuransian) menyatakan bahwa asuransi adalah perjanjian antara dua pihak, yaitu perusahaan asuransi dan pemegang polis, yang menjadi dasar bagi penerimaan premi oleh perusahaan asuransi sebagai imbalan untuk :

  1. Memberikan penggantian kepada tertanggung atau pemegang polis karena kerugian, kerusakan, biaya yang timbul, kehilangan keuntungan atau tanggung jawab hukum kepada pihak ketiga yang mungkin diderita tertanggung atau pemegang polis karena terjadinya suatu peristiwa yang tidak pasti, atau
  2. Memberikan pembayaran yang didasarkan pada meninggalnya tertanggung atau pembayaran yang didasarkan pada hidupnya tertanggung dengan manfaat yang besarnya telah ditetapkan  dan atau  didasarkan pada hasil pengelolaan dana.

Oleh karena itu, pemerintah wajib  memberikan perlindungan terhadap pengemudi dengan mengeluarkan aturan hukum. BPJS Ketenagakerjaan  terus hadir untuk melindungi sesuai yang telah di amanatkan dalam Undang-Undang No. 24 Tahun 2011 dimana setiap tenaga kerja wajib terdaftar di BPJS Ketenagakerjaan.

Saat ini terkait dengan asuransi untuk pengemudi ojol sudah diatur oleh pemerintah. Aturan tersebut adalah Peraturan Menteri Perhubungan No.12 tahun 2019 tentang perlindungan keselamatan pengguna sepeda motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat.

Ada empat hal yang diatur. Yakni, keselamatan, kemitraan, suspensi mitra driver dan biaya jasa atau tarif ojek online. Pengemudi ojek online (ojol) kini wajib dilindungi oleh asuransi kesehatan baik BPJS Kesehatan maupun jenis asuransi lain. Salah satu yang diatur dalam aturan ini adalah kepastian bagi mitra driver untuk mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan dan jaminan sosial kesehatan. Untuk mendapatkan layanan tersebut maka mitra driver harus menjadi peserta BPJS kesehatanBPJS Ketenagakerjaan.

Sementara itu, penumpang wajib dapat santunan kecelakaan.  Dalam Peraturan Menteri Perhubungan No.12/2019 tentang Perlindungan Keselamatan Pengguna Sepeda Motor yang digunakan untuk kepentingan masyarakat atau aturan soal Ojek. Pasal 16 aturan tersebut mencantumkan kewajiban adanya asuransi yang melindungi pengemudi dan santunan bagi penumpang yang mengalami kecelakaan.

Sebagai Contoh, selain BPJS,  perusahaan GoJek sudah mengaplikasikan juga ketentuan ini dengan melaksanakan perjanjian asuransi bersama asuransi Allianz. Gojek bekerja sama dengan Allianz, memberikan manfaat perlindungan berupa jaminan keselamatan secara maksimal, mulai dari penjemputan hingga tiba di lokasi tujuan. Premi yang dibayarkan ke perusahaan asuransi sejumlah 2.300 rupiah perhari untuk satu orang driver.

Fasilitas asuransi kesehatan Allianz  diberikan untuk seluruh driver Gojek di Indonesia baik untuk go ride maupun go car. Premi yang harus dibayar oleh setiap peserta adalah Rp 2.300/hari/orang dengan sistem autodebet, yakni pihak gojek mengambil dari saldo para driver. Selain asuransi individu, para driver ojol juga diperkenankan mendaftarkan anggota keluarganya untuk membeli polis serupa.

Namun ada batasan untuk usia masuk tertanggung yakni dewasa maksimum 65 tahun dan anak 0-25 tahun. Peserta hanya perlu membawa kartu peserta Allianz dan identitas resmi yang masih berlaku untuk mendapatkan fasilitas cashless di RS Jaringan Allianz-AdMedika Khusus GOJEK. Sementara jika memilih perawatan medis di luar RS Jaringan Allianz-AdMedika khusus GOJEK dapat  mengajukan reimbursement, tidak termasuk rumah sakit pengecualian.

Sedangkan klaim nya akan dibayarkan dalam 5 hari kerja an 7 hari kerja (Manual Reimbursement) sejak diterima di Kantor Pusat Allianz. Reimbursement tidak berlaku untuk perawatan medis yang dilakukan di rumah sakit pengecualian. Pembayaran klaim akan ditransfer ke nomor rekening Driver GOJEK sesuai yang dicantumkan pada saat pendaftaran.

Saran saya  supaya lebih meyakinkan anda dapat langsung bertanya kepada perusahaan  ojek tempat anda bernaung. Bagaimana penepan Peraturan Mentri Perhubungan tersebut terkait asuransi bagi  pengemudi disana.

GoJek menyiapkan fasilitas online bagi pengemudi untuk memudahkan mendaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS-TK). “Dalam aplikasi Gojek khususnya pengemudi, GO-JEK menggandeng BPJS Ketenagakerjaan menyediakan kemudahan akses terhadap layanan jaminan sosial, pada sektor Bukan Penerima Upah (BPU) bagi para mitra driver.

Melalui program manfaat ini, mitra driver GO-JEK semakin mudah untuk mendaftar dan membayar iuran jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan. Ini  memudahkan pengemudi, sehingga pengemudi Gojek tidak perlu datang ke Kantor BPJS-TK dan melakukan antre yang cukup panjang. Dengan aplikasi online ini, pengemudi langsung mendaftar saja, mengikuti petunjuk yang ada.

Setelah sukses mendaftar, para mitra driver dapat menerima manfaat jaminan sosial berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) hanya dengan Rp16.800 per bulan.

UU sudah mewajibkan seandainya anda belum tergabung ke dalam BPJS kesehatan dan ketenagakerjaan langsung daftarkan sesuai dengan keterangan di atas, Anda jangan ragu untuk menanyakan apapun kepada aplikasi transportasi apapun tempat anda menjadi mitra.

Wassalam

Comment