Layanan Digital Banking Meningkat, Kantor Cabang Bank Berkurang

Digital Banking
Digital Banking

Jakarta, Scientia -Secara berangsur, jumlah kantor cabang bank di Indonesia mulai berkurang. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah kantor bank berkurang sebesar 3%. Dari sebanyak 3.718 pada April 2019 menjadi 3.613 pada April 2020.

Pengurangan kantor cabang bank ini seiring dengan tumbuh pesatnya aktivitas keuangan secara digital atau digital banking disaat pandemi Covid-19. Pertumbuhan layanan digital yang terjadi diantranya adalah top up wallet, transfer uang dengan internet dan mobile banking, hingga pembayaran rumah tangga seperti air dan listrik. Dengan peningkatan sekitar 55% sampai 81%.

Dikutip dari laman Bisnis.com, Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Piter Abdullah mengatakan transaksi mobile dan internet banking memang akan mengalami peningkatan. Sehingga tren penutupan kantor cabang kedepan tidak terelakkan dan berimbas kepada pemutusan hubungan kerja (PHK) bankir.

“Walau prosesnya secara berlahan dan peningkatannya tidak signifikan, tapi ini akan terjadi,” katanya, Minggu (26/07).

Sementara itu, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan realisasi peningkatan transaksi digital perbankan menandakan layanan tersebut merupakan kaharusan bagi bank. Apabila perbankan tidak terjun dalam transaksi digital, dapat berisiko ditinggalkan nasabah.

“Tentunya kita juga melihat bahwa transaski offline atau yang harus datang fisik ke bank mengalami penurunan. Tren penutupan kantor cabang dan ATM menunjukkan gejala bank-bank sudah tidak mengandalkan kantor cabang dan ATM,” katanya. (*)

Comment