Bus Trans Padang Koridor IV Mogok

Sejumlah Sopir Bus Trans Padang saat diwawancarai media Kamis (23/7)

Padang, Scientia – Sopir Bus Trans Padang koridor IV melakukan aksi mogok, Kamis (23/7). Hal ini menyebabkan calon penumpang bus terlantar.

Salah seorang calon penumpang Ardi (25) warga Bypass Balai Baru, mengaku kesal dengan bus yang tidak satupun lewat. Akhirnya, ia memutuskan untuk menggunakan ojek online untuk bisa sampai ke tujuan.

“Saya tunggu sejak pukul 11.00 wib. Biasanya paling lama menunggu 30 menit, tapi hari ini sudah lebih satu jam saya menunggu. Baru ada yang mengatakan bahwa bus memang tidak jalan hari ini,” ungkapnya.

Ia mengaku, meski menunggu bus cukup lama namun ia merasa irit ongkos. Dibanding ojek online dihitung per kilometer dan tarifnya cukup mahal.

“Hari ini terpaksa saya naik ojek online dan cukup banyak pengeluaran karena jaraknya jauh. Jika memang tidak beroperasi hendaknya pihak bus menginformasikan dan cepat mengatasinya. Namun informasinya sampai sore bus belum jalan juga,” akunya lagi.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Dian Fakri menyebutkan bahwa, terhentinya operasional bus Trans Padang tersebut karena ada permasalahan internal. Ia mendapatkan informasi bahwa antara bos dan anak buah tersangkut masalah utang piutang.

“Informasinya itu masalah di dalam dan tidak ada sebetulnya sangkutannya dengan terhentinya pengoperasian bus. Jika memang ada hutang piutang bisa selesaikan di luar jam pengoperasian,” ungkap Dian saat dihubungi Haluan, Kamis (23/7).

Meski demikian, Dian sudah memberikan batas waktu penyelesaian hingga pukul 16.00 wib. Jika masih belum beroperasi maka surat peringatan akan dilayangkan.

“Saya sudah peringati dan berikan batas waktu. Jika bus masih belum jalan, maka kami akan berikan peringatan. Jangan sampai hilang kepercayaan masyarakat akan layanan bus ini. Yang teraniaya kan masyarakat yang menunggu bus,” sebut Dian.

Dalam hal ini, Dian menyampaikan bahwa ini sudah menjadi catatannya ke depan. Jika masih berulah maka bisa saja akan ditindaklanjuti lebih keras.

“Ujung-ujungnya bisa saja pemutusan kontrak kerja sama. Tapi jika masih bisa dibicarakan dengan baik, kami akan melakukan dengan cara baik,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur PT. Bingkuang Sakti Ttansportasi (BST) Ismail
mengklaim akan menyelesaikan tagihan kepeda rekanannya. “Ini mis komunikasi, kami akan bertanggung jawab dengan permasalahan ini. Sekarang telah diselesaikan secara musyawarah dan kekeluargaan,” ungkap Ismail.

Salah seorang sopir bus Trans Padang, Hendra mengaku bahwa mogoknya karena gaji tidak dibayarkan sekitar 1 bulan 23 hari. Ia mengaku bahwa semua karyawan atau sopir belum dibayarkan gajinya.

“Saya dapat info dari teman yang lain bahwa bus tidak jalan hari ini. Alasannya karena gaji yang belum dibayarkan,” ungkap Hendra. (Ari)

Comment