Jelang Laga Manchester United VS Chelsea, Solskjaer Dengan Lampard Saling Bersitegang

Scientia – Menjelang laga semifinal Piala FA 2019/2020 antara Manchester United kontra Chelsea, di Wembley. Senin 20/07/2200. Manajer kedua tim saling melakukan perang urat saraf.

Manajer Chelsea, Frank Lampard, memulai sindiran dengan mengatakan, Mannchester United yang menurutnya sering diuntungkan keputusan VAR, Wilfried Zaha jelas-jelas dilanggar. Pada Jumat (16/7/2020) dini hari WIB.

Lampard juga mengatakan VAR seharusnya bisa menghapus ketidakadilan dalam pertandingan. Namun sayangnya, VAR tetap melibatkan keputusan manusia dan akan selalu ada kesalahan di balik itu.

“Orang-orang berkata bahwa wasit akan menguntungkan tim besar, sebab tekanan ataupun pengaruh dari fans,” ungkap mantan pelatih Derby Country tersebut.

“Namun hari-hari itu telah sirna. VAR datang dan mencoba untuk mengubah itu. Tidak hanya Menguntungkan tim, tetapi juga membuat keputusan yang tepat. Tapi selalu ada elemen manusia di VAR, dan jelas bahwa mereka harus membuat keputusan,” tambahnya.

“Beberapa hal yang terjadi belakangan ini membingungkan, dan pada Jumat dini hari, sudah sangat, sangat jelas bahwa keputusannya salah dan tidak ditinjau ulang atau bahkan diubah. Beberapa hal terjadi dan itu aneh”, pungkasnya.

Namun, Manajer Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer menanggapi hal tersebut, bahwasanya tidak selalu Manchester United tidak di ungguli oleh keputusan VAR.

“Saya bisa duduk di sini selama berjam-jam sekarang dan berusaha membahas ini. Sepertinya ada narasi, tampaknya orang-orang ingin memengaruhi siapa pun yang membuat keputusan,” kata Solskjaer, dalam konferensi pers, Sabtu (17/7/2020), seperti dilansir Reuters.

“Saya dengar orang berbicara soal keberuntungan, bahwa kami lebih sering diuntungkan daripada tidak diuntungkan. Jika Anda melihat keputusan nyatanya, saya tidak ingin terdengar seperti beberapa manajer yang bicara tentang fakta, namun jika Anda offside, maka anda offside, sudah jelas itu”, ujar Solskjaer.

Ole Gunnar olskjaer kemudian membuat keputusan yang menyulitkan Manchester United, seperti penalti pada akhir pertandingan melawan Tottenham Hotspur dibatalkan, serta tekel keras pemain Southampton, Oriol Romeu, dan pemain West Ham, Mark Noble, semestinya berbuah kartu merah.

Jadi seharusnya saya yang protes karena mendapat keputusan yang merugikan kami di lapangan oleh wasit,” tutur Solskjaer.

“Ada narasi yang muncul, tapi kami fokus pada pertandingan saja. Biarkan saja orang berbicara soal itu. Saya tak ingin terlibat banyak soal itu karena mungkin saya akan kena masalah,” imbuh Solskjaer. (frl)

Comment