Syamsul Bahri: Agam Hebat Moderen Religius dan Melayani

Syamsul Bahri
Dr (C) Syamsul Bahri, ST, MM

Agam, Scientia – Calon Wakil Bupati Agam periode 2020-2024 ini semakin hari semakin diminati dan dinanti oleh masyarakat. Profesional muda ini sudah acap kali menyampaikan terobosan terobosan terkait kemajuan agam dalam berbagai forum.

Ia pernah bergelut selama 20 tahun di dunia profesional, membidangi bagian IT perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia yatu Indosat.

Selama menjadi profesional ia kerap pulang kampung ke Agam memperhatikan kondisi kekinian tanah kelahirannya tersebut.

Karena ingin mengabdi di kampung halamannya, Doktor (C) dua universitas ternama di Sumatra Barat ini, Unand dan UNP, memutuskan keluar dari dunia profesional. Ia terjun ke masyarakat dengan menjadi Dosen, berorganisasi dan pekerjaan sosial lainnya.

Karena tekad yang kuat untuk mengabdi di Agam, menjadi Bupati/Wakil Bupati adalah pilihan yang ia anggap tepat untuk membangun kampung halamannya.

Dengan memunculkan tagline “Agam Hebat, Moderen, Religius dan Melayani”, ia semakin dilirik untuk dijadikan pasangan pada Pilkada serentak Desember nanti.

Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Agam ini selalu memaparkan data kalau berbicara kemajuan pembangunan kampungnya.

Kepada Scientia, ia memaparkan bahwa Agam memiliki dan kaya akan potensi potensi yang bisa membuat melesat jauh dari segi pebangunan.

“Agam itu hebat, punya kelebihan yang tak dimiliki daerah lain. Agam punya potensi alam, ada dua gunung; Merapi dan Singgalang, ada Danau Maninjau, ada Panorama Alam, ada Laut,” ujarnya.

“Potensi ini jika dikelola sebaik mungkin, tak mustahil akan menjadikan Agam hebat dan dilirik orang untuk berinvestasi. Setelah investasi datang, tenaga kerja akan terserap, ekonimi akan bergeliat,” ulas Ketua DPW BKPRMI Sumbar ini.

“Rang Mudo” Agam ini menjelaskan tentang bagaimana target meraih impian “Agam yang Modern”. Ia punya konsep yang matang, karena sebagai orang IT selama 20 tahun, membuatnya optimis konsepnya mudah dan sangat bisa diterapkan. Semata mata untuk Agam yang moderen.

“Agam moderen itu membuat sebuah sistem yang memudahkan masyarakat dalam segala hal. Karena pada prinsipnya, masyarakat harus terlibat dalam membangun daerah dan masyarakat juga yang menikmati pembangunan daerahnya. Bagaimana sistemnya nanti, akan disesuaikan keadaan dan kebutuhan masyarakat,” papar tokoh muda Agam tersebut.

Kemudian, katanya untuk mencapai maksud “Agam yang Religius”, ia juga sudah menyiapkan pola pembangunan manusianya. Syamsul yang punya jaringan kuat sampai ke pelosok nagari melalui BKPRMI ini menjelaskan secara singkat.

“Jika nanti Allah berkenan saya bersama bupati yang saya dampingi memimpin Agam, konsep religius ini akan dioptimalkan. Agam itu punya banyak pesantren dan menjadi tujuan belajar,bahkan dari luar daerah. Konsepnya bagaimana tokoh dan intelektual agama bertaraf nasional dan bisa saja Internasional muncul dari Agam,” tukuk Syamsul.

Sedangkan paparan tentang “Agam Melayani”, Syamsul mengatakan bahwa agam melayani dimulai dari pemimpinnya, kepala daerahnya dan semua unsur pimpinan yang ada.

“Saya berpegang kepada sebuah kata kata bijak, “Jika kita melayani dengan tulus, Semua pekerjaan berjalan lancar”. Untuk Agam yang melayani terlebih dahulu dimulai dari pimpinannya. Ini nanti yang akan saya terapkan bersama bupati yang saya dampingi,” pungkas Syamsul Bahri

Comment