Noviantini Berhasil Bangun Kampung Jamur Payolinyam

Kampung Jamur
Budidaya Jamur Tiram

Payakumbuh, Scientia – Pemberdayaan perempuan yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani ( KWT) Rosella Tigo Koto Dibaruah khususnya Payolinyam, kini sudah membuahkan hasil.

Ibu-ibu yang tergabung dalam KWT tersebut sudah mendapatkan penghasilan penunjang keluarga bahkan menjadi penghasilan utama dari hasil budidaya Jamur Tiram.

Ketua Kelompok KWT Rosella, Noviantini atau yang lebih dikenal dengan Eti yang pernah meraih peringkat 3 wanita inspiratif  Sumatera Barat, menyampaikan bahwa sudah ada sekitar 110 rumah yang menjadi sentra penghasil Jamur Tiram di Payolinyam.

“Alhamdulillahnya dengan pembudidayaan ini, kaum ibu bisa menambah penghasilan keluarga, bahkan ada yang bisa menghasilkan Rp400.000 sehari dan itu membuat kami semua bahagia,” ujar Eti kepada awak Scienti, Rabu (08/07).

Kata Eti, keberhasilan membudidayakan Jamur Tiram juga terlihat dengan banyaknya media tanam jamur yang didistribusikan ke luar Payakumbuh. Bahkan sampai ke Sumatra Utara.

“Sangat membahagiakan, bahkan beberapa waktu Lalu Badan Amil Zakat (Baznas) memesan 32.000 media tanam pada kami untuk bantuan masyarakat dalam penguatan ekonomi. Alhamdullih bisa kami penuhi,” tukuk Eti.

Saat ini kata Eti ia sedang mengembangkan produk olahan jamur dengan brand Payopali (Payakumbuh Payolinyam) yang sudah di distribusikan ke banyak wilayah Indonesia dan luar Negeri, dimana promosinya dilakukan secara online.

“Kami juga melayani pesanan jamur dalam jumlah besar, namun dengan preorder terlebih dulu,” jelasnya.

Selain keberhasilan yang diungkapkan, Eti juga menyampaikan kendala usaha yang ia alami saat ini.

“Kami terkendala dalam pengiriman jamur segar ke luar Provinsi. Sebab jamur akan busuk jika terlalu lama dalam perjalanan. Harapan kami ada dukungan pemerintah dalam hal pengiriman ini,”paparnya.

“Kami selalu berharap kaum Ibu makin produktif  di era sekarang,”pungkasnya. (*)

Comment