Pemko Payakumbuh Ingatkan Jangan Potong Sapi Betina Produktif

Sapi Jantan
Pemko Payakumbuh Menghimbau Panitia Kurban agar lebih mengutaman Sapi Jantan atau Sapi Betina yang Sudah Tidak Produktif untuk disembelih.

Payakumbuh, Scientia — Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi mengingatkan agar lebih mengutamakan sapi jantan saat pelaksanaan kurban nanti. Walaupun konsekuensinya adalah harga sapi akan meningkat.

“Kalau untuk menjalankan syariat agama, kenapa harus berhitung, tujuannya agar menjaga ketersediaan daging dan kelestarian sapi lokal, ini niatnya kan ibadah, jangan sampai melanggar hukum, kan undang-undangnya sudah ada,” kata Riza.

“Di luar Payakumbuh, orang sudah banyak memotong sapi jantan. Kalau misalnya 1 sapi untuk 7 orang, maka cuma Rp200 ribu perorangnya menambah kalau yang dibeli sapi jantan. Jadi kalau memang akan memotong yang betina, harus dipastikan betul sapinya yang sudah tidak produktif lagi,” sambungnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kota Payakumbuh Depi Sastra siap menjamin ketersediaan sapi jantan untuk kurban tahun 2020 ini.

“Silahkan nanti panitia qurban untuk membeli ke toke. Dari data di dinas, ada 22 toke yang terdata dan sanggup memenuhi kebutuhan kurban sapi jantan di Payakumbuh,” kata Depi Sastra.

Depi menerangkan, di Payakumbuh, tahun 2017 lalu sapi jantan disembelih hanya 6 ekor dan yang betina 1456 ekor, pada 2018 sudah ada peningkatan penyemblihan sapi jantan menjadi 141 ekor dan betinanya 1760 ekor.

Fantastisnya, pada 2019 setelah dilakukan sosialisasi secara persuasif oleh Baharkam Polri dan dinas kepada panitia kurban, terjadi peningkatan penyembelihan sapi jantan sebanyak 538 ekor dan 1041 ekor sapi betina.

“Untuk target kita tahun ini, tentu saja peningkatan kepada persentase sapi kurban jantan yang disembelih. Kalau berlarut menyembelih sapi betina produktif, maka kedepan diprediksi akan susah dapat sapi lokal, konsekuensinya bisa saja import, dan ini akan merugikan peternak lokal kita, makanya ada undang-undang yang mengatur,” pungkasnya.

Comment