Pengemudi Ojek Online Padang Unjuk Rasa

 

Unjuk Rasa Ojol
Ratusan ojek online (ojol) menggelar aksi unjuk rasa secara damai, Senin (6/7) di kantor Gojek

Padang, Scientia – Ratusan ojek online (ojol) menggelar aksi unjuk rasa secara damai, Senin (6/7) di kantor Gojek. Unjuk rasa tersebut menyampaikan aspirasi yang menurutnya merugikan pengemudi ojol.

Salah seorang Ojol yang sedang berada di kantor Gojek Padang Beni saat diwawancarai Scientia.id mengungkapkan, bahwa ia bersama ratusan pengemudi ojol ingin menyampaikan aspirasi tentang beberapa hal yang merugikan pengemudi.

“Ada tiga kebijakan yang telah ditetapkan PT. Gojek Indonesia yang dinilai telah merugikan kami para driver ojol di Kota Padang ini. Aspirasi ini akan kami sampaikan langsung ke kantor Balai Kota Padang,” terang Beni.

Sementara, Koordinator aksi Hendri Rizaldi juga menerangkan, tiga hal tersebut yaitu pertama mengenai tarif. Menurutnya, potongan harga tarif dari gojek yang semula 20 persen, sekarang sudah melebihi dari 20 persen.

“Yang kedua, kami meminta PT.Gojek Indonesia untuk menghapuskan program berkat. Program program tersebut akan mengurangi pendapatan karena skema insentif bonus dihapuskan. Kemudian, ketiga, kami menolak verifikasi muka atau disingkat vermuk,” sebut Hendri saat berada di kantor Balai Kota Padang.

Hendri menuturkan, aplikasi vermuk tersebut memang berguna untuk menghindari penggunaan aplikasi driver dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Namun, di Kota Padang masih banyak para driver yang menggunakan akun temannya untuk menarik penumpang.

“Kami berharap aspirasi yang disampaikan bersama para pengguna ojol lainnya dapat direspon dengan baik oleh Pemerintah Kota Padang untuk disampaikan kepada PT.Gojek Indonesia,” tuturnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Padang Hendri Septa menerima aspirasi ratusan pengemudi ojek online (Ojol) yang menggelar aksi unjuk rasa secara damai.

“Atas nama Pemko Padang kami menyambut baik aspirasi yang disampaikan oleh Mitra Gojek Kota Padang ini. Aspirasi ini akan kamk tindak lanjuti sesegara mungkin dengan PT. Gojek Indonesia Kota Padang,” kata Hendri Septa yang didampingi oleh Kepala Dinas Perhubungan Dian Fakri. (ARI)

Comment