Evaluasi TNB-PAC, Padang Pariaman Terapkan Sistem Belajar Luring

 

Padang Pariaman
Kepala Dinas Kesehatan Yutiardi Rivai, Kepala BPKB, Aspinuddin, Kepala Dinas Kominfo Zahirman mengikuti Video Conference (Vidcon) dengan Gubernur Sumatra Barat, Senin (6/7) di Ruang Bupati Padang Pariaman

Parit Malintang, Scientia — Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman ikuti video konferensi (vikon) bersama Gubernur dalam rangka evaluasi pelaksanaan Tatanan Normal Baru Produktif dan Aman Covid-19 (TNB-PAC), di ruang Bupati, Senin (06/07).

Dalam Vikon tersebut Gubernur Sumatra Barat, Irwan Prayitno menyampaikan evaluasi pelaksanaan TNB-PAC, tindakan pengendalian Covid-19 di masa TNB-PAC dan kebijakan terhadap proses belajar mengajar di tahun ajaran 2020/2021.

“Adanya Covid-19 berdampak kebeberapa aspek seperti dampak sosial, ekonomi, pariwisata, politik, ketahanan nasional, dan kesehatan masyakarat baik itu secara global maupun nasional,” ujar Gubernur.

Selain itu Gubernur juga menyampaikan konsep pelaksanaan belajar mengajar untuk tahun ajaran 2020/2021 di era TNB-PAC.  Yakninya tatap maya atau daring, tatap muka dan pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring).

Untuk sistem pembelajaran tingkat SD dan SMP diserahkan oleh Pemerintah Provinsi kepada Pemerintah Daerah masing-masing. Untuk tingkat SMA mengikuti aturan Dinas Pendidikan Provinsi.

Diketahui, dari enam wilayah hijau Covid-19 di Sumatra Barat yaitu Pesisir Selatan, Pasaman Barat, Pariaman, Payakumbuh, dan Sawah Lunto memilih untuk melakukan pembelajaran dengan metode tatap muka, namun memberlakukan sistem shift dan tetap menerapkan protokol kesehatan. Sedangkan Lima Puluh Kota memilih untuk tatap maya dan menunda sistem pembelajaran tatap muka.

Sementara itu, Hery Kurnia mewakili Kepala Dinas dan kebudayaan mengatakan pemerintah Padang Pariaman memilih untuk melakukan sistem pembelajaran dengan tatap maya dan sistem PJJ-Luring.

Hal ini dipilih untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 terhadap siswa-siswi di Kabupaten Padang Pariaman.

“Untuk sistem pembelajaran tahu ajaran 2020/2021 Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman memilih dengan sistem tatap maya dan PJJ Luring hal ini dipilih untuk menghindari penyebaran Covid-19. Pada saat ini Pemerintab Daerah telah melakukan tes swab pada 3029 sampel,” terangnya. (AKB/Rls)

Comment