Dana BKK Perlu Kesepahaman

Albert Hendra Lukman

Padang, Scientia- Anggota DPRD Sumbar, Albert Hendra Lukman mengatakan realisasi anggaran dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) masih terkendala administrasi yang panjang. Sehingga tidak heran jika anggaran tersebut tidak tereaslisasi dengan maksimal. Pada akhirnya, alokasi dana BKK menjadi Silva.

“ini perlu Pergub dan aturan lainnya. terkadang aturan-aturan ini lambat dibuat, bahkan aturannya tersedia menjelang empat bulan akhir tahun,” ujar Albert pada Scientia.id, Senin (6/7)

Keterlambatan pembuatan Aturan, menurut albert cukup beralasan. sebab kepala daerah baik gubernur maupun bupati atau walikota perlu kehati-hatian. Tujuannya agar setiap hibah dari provinsi ke kab atau kota, tidak disalah gunakan atauu dimanfaatkan untuk kepentingan-kepentingan tertentu.

“Sebenarnya ini dapat diatasi, jika ada kesepahaman kedua belah pihak,” sebut Albert

Sebelumnya , Anggota fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Rahmat Saleh mengungkapkan realisasi BKK belum bisa dilaksanakan secara maksimal. Bahkan hanya terealisasi 33 Milyar lebih dari anggran 147 Milyar lebih.

“Realisasinya belum maksimal, hal ini memerlukan koordinasi yang efektif dan produktif antara pemprov dengan Pemkab atau kota,” ungkap Rahmat pada sidang paripurna DPRD Sumbar. (YRP)

Comment