Rupiah Kembali Terpuruk, Ini Penyebabnya Menurut BI

Rupiah VS Dolar
Rupiah Hari ini, Jumat (03/07) Kembali terpuruk

Jakarta, Scientia–Tren pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat masih berlanjut pada perdagangan hari ini, Jumat (03/07). Dari hasil pemantau di pasar spot, nilai tukar rupiah terhadap dolar melemah 180 poin atau sekitar 1,25 % ke level Rp 14.557 per dolar Amerika Serikat.

Menurut Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Dody Budi Waluyo, pelemahan rupiah ini bukanlah pengaruh isu dari luar, dimana kondisi global relatif stabil dalam beberapa hari terakahir. Menurutnya pelemahan rupiah lebih disebabkan oleh isu domestik.

“Isu gelombang kedua pandemi Covid-19, isu DPR terkait burden sharing, dan isu lainnya membuat rupiah menjadi salah satu mata uang yang terpuruk di regional,” ujar Dody.

“Ini berakibat rupiah pagi ini tertekan. Jadi ini menunjukkan upaya stabilitas nilai tukar harus dilakukan secara tepat oleh BI,” ulasnya dalam webinar LPPI, seperti dilansir dari laman bisnis.com.

Dody menyampaikan, nilai tukar rupiah memang tidak mudah dikelola karena berhadapan dengan ekpektasi dan confidence di pasar. Aliran portofolio asing ke SBN mulai masuk dalam beberapa hari terakhir. Namun kondisi ini bisa berbalik jika kepercayaan investor asing menurun.

BI memperkirakan nilai tukar rupiah akan berada pada kisaran 14.000-14.600 di akhir tahun 2020. Kata Dody, nilai tukar rupiah memang masih masih undervalue. Tapi ia yakin rupiah akan kembal menguat dengan inflasi dan CAD yang diperkirakan rendah. (*)

Comment