Merasa Dizalimi IP, Gugatan Perdata IKA Tetap Berlanjut

Mediasi IKA dan IP
Suasana Mediasi IKA dan Pihak Tergugat, Gubernur Sumbar Irwan Prayitno di Pengadilan Negeri Padang

Padang, Scientia – Mantan Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Sumatera Barat, Irvan Khairul Ananda atau IKA menolak mediasi dengan pihak Gubernur Sumbar pada sidang ke-3 gugatan Perdata Kamis (2/7/2020) di Pengadilan Negeri Padang.

“Sudah hampir lima tahun saya menunggu dari pihak Irwan Prayitno sebagi Gubernur Sumbar, namun tidak kunjung ada iktikad baiknya. Makanya berujung kepada gugatan perdata ini,” tutur Ika.

Ditambahkannya, masalah ini tidak akan sampai pada PTUN atau gugatan kepada Makamah Agung (MA) andai saja ada iktikad baik dari Irwan Prayitno (IP) selaku Gubernur Sumbar semenjak tahun 2016 lalu.

“Malah setelah putusan kasasi keluar tidak juga dieksekusinya, bahkan surat menteri dan surat RI 1 untuk minta dilakukan eksekusi, tapi IP tidak beritikad baik dan mengabaikannya. Sekali lagi saya tegaskan bahwa ini penzaliman IP terhadap saya,” tutur Irvan lagi.

Akhirnya, majelis meminta pihak tergugat menyampaikan summary-nya paling lambat minggu depan, tepatnya tanggal 9 juli 2020 karena penggugat tidak mau berdamai.

Namun pihak kuasa hukum IP, di antaranya Devi Kurnia, S.H., M.M., minta undur menjadi hari Senin, 13 Juli 2020.

Pihak tergugat dan penggugat sepakat dengan hal tersebut. Persidangan ke-4 akan dilanjutkan pada dua minggu mendatang.

Mediasi pada masa persidangan ke-3 antara Irvan Khairul Ananda dengan Gubernur Provinsi Sumbar, berjalan cukup tegang dan berakhir pukul 11.30 WIB. Pihak penggugat berkeinginan sidang tetap dilanjutkan.

“Kita ingin menunjukkan kepada semua orang bahwa kebenaran tetap harus diperjuangkan karena itu merupakan hak setiap warga negara,” tukuk Ika. (Pzv)

Comment