Donizar Tampung Aspirasi Masyarakat Pasaman

Pasaman, Scientia – Donizar Wakil ketua komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ( DPRD) Provinsi Sumatera Barat, melakukan kunjungan ke kantor Nagari Tanjuang Baringin, Kecamatan Lubuk Sikapiang, Kabupaten Pasaman, Selasa (30/6)

Kegiatan kali ini dalam rangka reses, dihadiri langsung oleh wali nagari Tanjuang Baringin beserta jajaran pemerintahan nagari, perangkat jorong dan utusan masing-masing jorong.

Wali Nagari Tanjung Beringin, Jafri menyampaikan bahwasanya dikala adanya Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk penanganan covid-19, banyak mengalami problema ditengah masyarakat. Terutama BLT dari kemensos, dikarenakan tidak adanya pembaharuan data dari dinas sosial.

“Kedepannya saya sangat mengharapkan hal yang terjadi saat ini, tidak terulang lagi. Kami selaku pemerintahan nagari menjadi ujung tombak sasaran masyarakat,” kata Jefri

Menanggapi permasalahan itu, Donizar mengatakan permasalahan ini hampir diseluruh nagari/desa di Sumbar juga mengalami dilema yang sama.

“Keluhan yang dialami pemerintahan nagari tersebut kepada dinas terkait” ujar Donizar

Dimalam harinya, wakil ketua komisi V ini, bergerak ke Jorong Air Abu, Nagari Lima Koto, Kecamatan Bonjo, Kabupaten Pasaman, ditempat ini Donizar merasa tersanjung terhadap antusias masyarakat menyambut kedatangannya.

“Apresiasi dan terima kasih, meski dimalam hari, dengan kondisi pemukiman yang terpelosok, masyarakat menunggu kedatangan kami untuk menyampaikan aspirasinya demi membangun kampung halamannya,” katanya.

Sementara, Wali Jorong Air Abu Orlefli mengatakan selama ini baik anggota DPRD Kabupaten maupun DPRD Provinsi, belum pernah ada yang datang dalam rangka reses, baru kali Donizar selaku anggota DPRD Provinsi melakukan reses.

Dalam kunjungan Donizar itu, Orlefli menyampaikan aspirasi dari masyarakat jorongnya, berupa adanya akses jembatan lurah kandang yang statusnya sudah darurat, penghubung antar kampung ke kampung lainnya, yang merupakan akses perjalanan menuju pertanian masyarakat, serta susahnya akses internet yang membuat pelajar maupun mahasiswa terhambat dalam melakukan proses pembelajaran daring.

“Semoga apa yang menjadi kebutuhan masyarakat/konstituen berupa aspirasi yang telah disampaikan dapat diperjuangkan dan mendapat solusi secepatnyasecepatnya”, tuturnya.(frl).

Comment