Era Revolusi 4.0 Ajang Siswa dan Guru belajar Teknologi

Wakil Ketua Umum Regional III Sumatera IGI, Armel saat Memberikan Materi Seminar

Padang, Scientia— Perkembangan revolusi 4.0 seolah berbanding terbalik dengan kondisi pendidikan di negara kita sebelum masa Pandemi Covid 19. Sebelum Pandemi banyak larangan kepada siswa untuk memakai android dalam belajar. Namun di tengah Pandemi siswa dianjurkan memakai android. Demikian diungkapkan Wakil Ketua Umum Regional III Sumatera Ikatan Guru Indonesia, Armel saat menjadi pemateri dalam acara Seminar Virtual Sesi II Merdeka Belajar dan Revisi RPP sesuai SE Mendikbud No.14 Tahun 2019 yang digelar Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kota Padang, Selasa (23/06).

Menurut Armel, selama ini pemerintah dan pihak sekolah salah kaprah dengan pemanfaatan teknologi. Selama ini siswa yang ketahuan menggunakan android di hukum.

“Bahkan ada siswa yang ketahuan membawa adroid ke sekolah, setelah itu semua android disita dan dihancurkan bersama-sama”, ujarnya.

Sekolah melarang siswa menggunakan teknologi android. Namun saat Pandemi ini, semua siswa harus memanfaatkan teknologi yang ada, karena pembelajaran jarak jauh menjadi solusi belajar di tengah pandemi. Harusnya kita semua mengarahkan siswa agar memmanfaatkan teknologi ke hal yang positif. Akibat larangan-larangan selama ini, terpaksa siswa main kucing-kucingan dengan guru dan orangtua dalam menggunakan android.

Lebih lanjut Armel menambahkan di era 4.0, dunia maya menjadi alternatif. Kemajuan teknologi membuktikan bahwa guru harus sudah siap dengan kemajuan yang ada. Ke depan tidak ada lagi siswa yang tidak belajar karena guru ikut pelatihan, atau siswa yang sakit dan tidak bisa datang ke sekolah. Teknologi bisa dimanfaatkan sebagai solusi. Guru bisa mengajar dengan memanfaatkan teknologi meskipun tidak berada di dalam kelas. Guru juga bisa mengirim materi kepada siswa melalui teknologi yang ada.

Selama masa Pandemi Covid 19, Maret- Juni 2020 ini, Ikatan Guru Indonesia sudah mengadakan berbagai pelatihan virtual kepada ribuan guru di Indonesia. Seperti Sagusanov (Satu Guru Satu Karya Inovasi), Sadar (Sarasehan Dalam Jaringan), Sagusamik (Satu Guru Satu Komik), Sagusablog (Satu Guru Satu Blog). Dengan adanya pelatihan ini diharapkan guru sudah siap dengan perkembangan pembelajaran di era 4.0.

Sementara Yoshi Sandra Ketua IGI Kota Padang dalam materinya, mengaku sudah banyak melaksanakan pelatihan virtual dan manual kepada guru, meskipun tidak diboomingkan ke tingkat nasional. Sejak tahun 2017 sudah puluhan pelatihan yang dilaksanakan IGI Kota Padang, antara lain Sagusandra (Satu Guru Satu Media Drawing), Sagusator, Sagusazizo, Sagusapak, Sagusakupat, Sagudelta dan pelatihan lainnya.

“Sasaran pelatihan kita tidak hanya guru di Kota Padang, namun juga dari kabupaten kota lainnya’, tambahnya

Dengan adanya pelatihan ini diharapkan mutu guru semakin meningkat di Kota Padang. Dengan adanya peningkatan kualitas guru, secara tidak langsung juga akan meningkatkan kuliatas pendidikan. Dengan meningkatnya kualitas pendidikan, maka lulusan atau siswa juga semakin baik. Tentunya kualitas pendidikan siswa tersebut perlu dimbangi dengan akhlakul karimah. [Idra]

Comment