Pemko Payakumbuh Berkomitmen Menjadi Daerah Bisnis

Payakumbuh, Scientia — Pemerintah Kota Payakumbuh Komit untuk menjadi daerah sentra bisnis dan peternakan. Hal itu diungkapkan  Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz saat menjadi key note speaker dalam Webinar (Web Seminar) Series ‘Science Techno Park Universitas Andalas’  dengan tema Internasionalisasi Randang yang digelar secara online melalui aplikasi Zoom, Kamis (18/6).

Menurut Erwin, Ini adalah bentuk keseriusan Kota Payakumbuh dalam mewujudkan sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Tahun 2024  yang mampu menembus pasar global. Salah satunya melalui produk  yang telah mendunia seperti Randang.

“Menjadikan Randang sebagai warisan budaya dunia, tertera dalam  UU Nomor 3 Tahun 2014 Tentang Perindustrian. Sebagai wujud dari UU tersebut, jangan sampai diklaim oleh negara lain. Keaslian dari warisan leluhur ini adalah hak miliknya orang Minang. Melihat celah dalam keadaan itu, Payakumbuh berani untuk deklarasi diri sebagai Kota Randang, menjadi ikon utama kota yang berusia 50 pada tahun ini,” ujarnya.

Selanjutnya Erwin menambahkan sentra industri dibangun, dengan pembinaan yang baik, tumbuh kembang usaha Randang ini berdampak positif kepada pertumbuhan ekonomi Kota Payakumbuh. Industri dijadikan sebagai pilar ekonomi, industri mandiri, berdaya saing, dan maju, serta ada pemerataan pembangunan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Ada yang menarik dan menjadi catatan penting dari Departemen Perindustrian Republik Indonesia. Rata-rata dan hampir semuanya pembangunan dari DAK yang cukup besar pemanfaatannya di akhir anggaran setelah diterima. Namun di Payakumbuh, dengan dimulainya pembangunan Sentra IKM Randang di tahun 2017, Pemko Payakumbuh mengajukan sesegera mungkin memanfaatkan gedung Sentra IKM Randang pada awal 2018,” kata Erwin Yunaz.

Hal yang sama diungkapkan Ketua LPPM Unand Uyung Gatot S. Dinata. Menurut Uyung ini merupakan tantangan kepada Kota Payakumbuh dalam menjadikan branding kota kulinernya dengan memproduksi olahan makanan dari hasil alam yang ada dalam  jumlah banyak.

“Bagaimana di Sumbar khususnya Payakumbuh bisa menciptakan produk dan berbagai sentra bisnis peternakan dengan kapasitas industri. Ini adalah challenge, saya rasa Payakumbuh sanggup,” kata Uyung.

Selain Erwin Yunaz, dan Uyung Gatot S. Dinata, narasumber lain dalam Webbinar tersebut hadir Peneliti Unand Fauzan Azima, Ketua Science Techno Park Unand Eka Candra Lina dengan moderator Welya Refdi. Sementara itu,  dari Pemerintahan Provinsi Sumatera Barat turut hadir  Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kota Solok Bujang Putra, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh Wal Asri. (wiz)

Comment