Penyandang Disabilitas, Bukan Alasan Untuk Kurang Produktif

Padang Pariaman, Scientia – Penyandang Disabilitas bukanlah alasan untuk malas bekerja atau tidak disiplin. Justru hal ini diharapkan menjadi motivasi untuk terus produktif dalam bekerja.

Desmon Ibnu Ichsan, seorang ASN di Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman selalu bersemangat dalam menjalankan pekerjaannya, meskipun memiliki kebutuhan khusus namun tidak melunturkan semangatnya dalam bekerja. Menjunjung tinggi kedisiplinan adalah kunci mudah baginya dalam menjalankan pekerjaannya.

“Disiplin dalam melaksanakan pekerjaan cara saya untuk mudah dan santai dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Saya memahami kedisiplinan  adalah upaya  melaksanakan tugas dari atasan dengan baik dan penuh tanggung jawab serta sebisa mungkin dapat menyelesaikan pekerjaan tepat waktu,” ujar pria 34 lulusan Sarjana Fakultas Hukum Universitas Andalas ini di sela-sela sembari mengikuti kuliah umum online di telfon genggamnya, Jumat (12/06).

Seorang tunanetra dipandang dari  ketidakmampuan mereka melihat. Begitu pula tuna rungu, pasti dilihat dari  ketidakmampuan mereka untuk mendengar. Padahal di balik itu semua, mereka punya keistimewaan yang bisa memotivasi kita untuk selalu semangat menjalani hidup.

Pria yang diangkat menjadi ASN di Padang Pariaman pada tahun 2019 ini juga mengaku bahwa  tantangan terberat yang ditemui dalam melaksanakan kegiatan hariannya ketika didesak karena sulit baginya untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan dalam situasi terburu-buru.

“Saya tidak bisa menyelesaikan pekerjaan kalau dalam situasi yang mendesak, jadi mohon pemahamannya, namun pekerjaan tersebut tetap saya tuntaskan dengan baik”, jelas ASN dua bersaudara  ini.

Sementara itu, di tempat terpisah, Bupati  Padang Pariaman Ali Mukhni,  sangat mengapresiasi ASN seperti Desmon, karena tetap roduktif meskipun memiliki keterbatasan saat bekerja.

“Dalam menjalankan pekerjaannya Desmon berkomitmen dan terus bekerja seperti orang umum walaupun perlu adaptasi dan penyesuaian, kedisiplinanya dalam bekerja sangat bagus. Apalagi tanggung jawabnya patut dicontoh oleh ASN lainnya,” ungkap Bupati.

Memiliki keterbatasan fisik tidak menjadi penghalang bagi seorang berkebutuhan khusus untuk tetap bekerja disiplin karena mereka tidak menganggap keterbatasan yang mereka miliki sebagai beban. Justru dari keterbatasan itulah mereka memiliki kekuatan untuk terus melakukan yang terbaik dalam mewujudkan mimpi.

Lalu bagai mana dengan kita? Harusnya kita juga mampu menjadikan kelemahan yang kita miliki sebagai kekuatan yang dapat mengantarkan kita pada sebuah kesuksesan. (AKB)

Comment