Hidup Di Era New Normal Perlu Disiplin Kesehatan

Payakumbuh, Scientia Hidup di era New Normal, bukan berarti hidup bebas tanpa mengindahkan protokol kesehatan. Sebaliknya, harus lebih disiplin, menjalani seluruh protokol Covid-19 yang dikeluarkan pemerintah.

Penegasan tersebut disampaikan Wali Kota Riza Falepi, usai rapat secara virtual dengan Gubernur Irwan Prayitno selaku Ketua Gugus Tugas Provinsi Sumbar kepada sejumlah awak media, di Payakumbuh, Minggu (7/6).

“Tidak ada pilihan lain jika ingin menjadikan Payakumbuh zero positif Covid-19, warga harus dengan kesadaran tinggimenjalani protokol kesehatan. Agar tatanan baru produktif dan aman Covid-19 itu bisa diaplikasikan di kota ini” ujar Riza Falepi.

Menurut Riza, berdasarkan keputusan bersama gubernur dengan seluruh Walikota/Bupati se-Sumbar, sudah siap melaksanakan New Normal. Hanya Kota Padang dan Mentawai yang masih memperpanjang PSBB sampai tanggal 28 Juni dan 20 Juni 2020.

Di era New Normal, pelayanan di seluruh sektor kehidupan, seperti sektor ekonomi, sosial budaya, pariwisata, olahraga, pemerintahan, pendidikan, keagamaan, tempat-tempat pelayanan publik, transportasi dan semua ruang publik harus mengikuti protokol kesehatan.

“Kita menjalani tatanan kehidupan normal, agar bisa produktif. Tapi aman dari ancaman virus. Tetap memakai masker, jaga jarak aman, sering cuci tangan, tingkatkan daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan berimbang, buah dan minum vitamin C,” ujar Riza.

Dalam sepekan ke depan, seluruh jajaran pemko bersama TNI/Polri serta tim gugus tugas akan lebih banyak melakukan sosialisasi terkait new normal. Para insan pers juga diminta terlibat aktif memberikan edukasi kepada masyarakat.

Rapat penetapan New Normal Sumbar itu, di Payakumbuh juga diikuti Wakil Wali Kota Erwin Yunaz, anggota Forkopimda, Wakil Ketua DPRD, sekdako, asisten dan sejumlah pimpinan perangkat daerah atau semua anggota gugus tugas Covid-19 Payakumbuh, di Balairung rumah dinas walikota.

Sementara itu, dalam Rapat tersebut Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengharapkan agar Kabupaten/ Kota sudah siap dengan syarat penerapan New Normal. Kajian epidemologi, berdasarkan data yang ada, dengan gambaran tingginya angka kesembuhan pasien Covid-19 di Sumatera Barat.

“Tingkat kesembuhan Covid 19 di Indonesia, jauh dari rata-rata Nasional,” ucap Irwan.

Meski demikian, langkah-langkah pencegahan akan tetap dilakukan, diantaranya melalui kebijakan perpanjangan status tanggap darurat, termasuk mempertahankan pemeriksaan pada pos-pos perbatasan, baik darat, laut maupun udara hingga 28 Juni 2020.

“Setiap orang yang datang akan dilakukan tes Swab, secara gratis. Mereka harus diisolasi, dan setelah keluar hasil Swabnegatifnya, baru diizinkan meninggalkan lokasi isolasi,” kata Irwan.

Selanjutnya Irwan juga memaparkan data terkait kesiapan sistem kesehatan, baik kapasitas rumah sakit, tenaga medis, fasilitas isolasi, laboratorium maupun ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) yang dinilai mencukupi hingga bulan Desember 2020 nanti.

“APD level 3 disiapkan untuk rumah sakit, lokasi karantina dan laboratorium, agar efektif dan efisien,” katanya.

Selain itu, agar new normal membuahkan hasil, perlu dukungan bupati/ walikota untuk menggerakkan masyarakat sampai ke tingkat RT, RW dan nagari, agar sama-sama terlibat dalam penanganan New Normal. (Wiz/Hms)

Comment